potret...

Bruce Willis lahir pada tanggal 19 Maret 1955 di Idar-Oberstein Jerman Barat dari ayah bernama David Willis dan ibunya Marlenne. Saat berusia 2 tahun keluarga Bruce pindah ke New Jersey Amerika Serikat. Sejak kecil Bruce mengidap gagap, tapi kekurangannya itu dimanfaatkan Bruce untuk melucu, dengan berlaga pura-pura gagap Bruce sering membuat orang tertawa. Cita-cita Bruce sejak kecil sebenarnya adalah menjadi penyanyi. Bruce emang hobi menyanyi. Untuk mewujudkan keinginannya itu sejak remaja Bruce sering nge-band di berbagai kampus, sekolahan, rumah sakit atau pusat-pusat keramaian. Saat itu dia tak memikirkan berapa penghasilan yang didapat dari menyanyi, yang penting hobinya menyanyi terpuaskan. Bruce piawai main harmonica dan gitar. Tapi dia lebih suka menjadi vokalis. Bruce pernah kuliah di jurusan seni peran, tapi kuliahnya tak sampai beres, karena Bruce lebih antusias mengejar mimpinya menjadi penghibur dengan mengikuti berbagai audisi. Lucunya hampir semua audisi yang diikutinya adalah untuk menjadi pemain film. Nampaknya dunia seni peran justru memberikan banyak peluang untuk Bruce. Bruce pernah mengikuti audisi untuk film Madonna (Desperately Seeking Susan), dan sejumlah film lainnya. Sampai akhirnya dia mendapatkan peran di film “Sunset", tapi namanya tak terangkat melalui film tersebut. Kesempatannya justru datang pada saat Bruce tak yakin dirinya bakal terpilih sebagai pemeran dalam sebuah serial televisi produksi ABC. Saat itu Bruce membaca adanya audisi untuk tokoh David Addison melalui majalah, detektif dungu untuk “Moonlighting”. Dia naik kereta barang ke Hollywood dari New Jersey. Selama di perjalanan Bruce tertidur dalam kereta barang tersebut. Sampai di lokasi begitu banyak orang yang mengikuti audisi. Dalam kondisi kelelahan, Bruce yang saat itu berpenampilan dengan rambut sangat pendek dan telinga beranting nyaris frustasi melihat banyaknya yang ikut audisi. Ketika gilirannya, Bruce menunjukkan performa yang konyol, semaunya & nyaris lepas kendali, karena kelelahan dan frustasi akibat menunggu giliran. Tapi tak disangka, justru penampilannya tersebut yang memukau para juri, sutradara & produser film tersebut. “inilah yang kami cari”, begitu ucap mereka. Terpilihlah Bruce sebagai pemeran David Addison mengalahkan 3000 orang yang mengikuti audisi untuk “Moonlighting”. Maka mulailah karier Bruce di dunia perfilman. Kesuksesan serial “Moonlighting” juga tak disangka oleh Bruce, perannya sebagai David Addison yang berpasangan dengan Cybill Shepherd begitu digemari pemirsa. Tokoh Addison yang dungu-dungu ganteng dengan senyum yang menghujam, membuat Bruce menjadi idola baru. Bahkan karena perannya tersebut nama Bruce melampui Cybill yang sebelumnya sudah terkenal lebih dulu sebagai model. Si “itik buruk”, begitu teman-teman menjulukinya berubah menjadi laki-laki tampan nan seksi, bruce menjadi symbol sex, fantasi para wanita. Tapi Bruce tak merasa dirinya cocok dengan julukan itu. Menurutnya “tampang saya keras, dahi saya melebar dan rambut menipis, tapi saya suka dengan penampilan diri sendiri“. Bruce juga dijuluki oleh media & para wanita sebagai “bujangan paling diincar di Hollywood”. Banyak wanita memuja & menginginkannya. Media & paparazzi pun terus mengikuti gerak langkah Bruce. Bruce menjadi sawan, dia tak mengira hidupnya akan berubah sedrastis ini. Mantan bartender & pemusik jalanan ini selalu berpesta dan berfoya-foya. Bruce menjadi peminum & dia tidak pernah cukup dengan satu wanita. Menurut sebuah sumber, Bruce datang ke pesta bersama seorang wanita, dan dia bisa pulang dengan 2 sampai 3 wanita. Laga & tingkah polah Bruce pun menjadi sasaran para pemburu berita, “Bruce ditangkap polisi karena pesta semalam suntuk di rumahnya hingga mengganggu tetangga”, “Bruce ditangkap karena membuat onar dalam sebuah pesta”, dsb, begitu bunyi headline berita tentang Bruce. Dia pun dijuluki “The Bad Boy” menyaingi Sean Penn, yang lebih dulu mendapat julukan tsb. Kisah cinta Bruce yang cukup bertahan lama hanya dengan Sherry Rivera, seorang penulis lepas, tapi mereka putus setelah adu teriak di lokasi “Moonlighting”. Bruce tercatat pernah berkencan dengan Olivia Brown, Dana Delaney & Sela Ward , termasuk gossip cinta lokasi dengan Cybill Shepherd. Ulahnya baru berubah setelah bertemu dengan Demi Moore pada tahun 1987. Demi benar-benar membuatnya jatuh hati, bahkan tergila-gila. “saya jatuh cinta pada pandangan pertama, saya sudah jatuh cinta pada Demi sebelum sempat berbicara kepadanya”, begitu ucap Bruce mengenang pertemuan awalnya dengan Demi. “Demi adalah wanita paling cantik dan paling manis di dunia, saya menginginkan bayi darinya” , begitu ucap Bruce saat ingin menikahi Demi. Bruce bertemu dengan Demi di premier film “Stakeout”. “Bruce meminta nomer telponku & aku langsung lupa pada sumpahku tuk tak berkencan dengan siapapun”, begitu ucap Demi menceritakan pertemuannya dengan Bruce. Setelah itu mata Bruce tak pernah lepas mengawasi Demi. “Bruce terus mengedipkan matanya ke padaku”, “Duh lelaki itu… “, begitu ucap Demi mengenang pertemuannya dengan Bruce. Setelah itu, setiap pagi selalu ada bunga mawar yang dikirim Bruce ke apartemen Demi lengkap dengan pesan romantis ala Bruce. Ibu Demi, Virginia King berujar “Bruce tergila-gila pada anak saya”, dia selalu mengirimi bunga dan tak hentinya mengajak Demi berkencan. Polah tingkah Bruce yang urakan & playboy tentu saja sudah diketahui Demi, sehingga Demi takut dipermainkan dan hanya akan terluka. Tapi akhirnya perjuangan Bruce tak sia-sia, Demi mau berkencan dengannya. “Dia sangat sopan, dia membawakan buku-buku ku ke mobil”, kenang Demi tentang kencan pertamanya dengan Bruce. Saat mereka menonton pertunjukan broadway, Bruce terus menggeser duduknya agak merapat pada Demi, akhirnya Bruce berhasil mencium Demi untuk pertama kalinya. “Dia sangat lembut, bibirnya sangat lembut”, ujar Demi tentang ciuman itu. Setelah menjadi sepasang kekasih, mereka tak terpisahkan. Bahkan nasehat dan masukan dari teman-temen Demi agar Demi tak melanjutkan hubungan dengan Bruce karena image buruknya, tak digubris Demi. “saya tak pernah memergoki Bruce mabuk”, bela Demi saat itu. “Bruce adalah orang yang tulus, perhatian dan dewasa, Bruce begitu siap mencintai dan memeluk saya”, lanjut Demi. Bruce sempat mempertemukan Demi dengan Cybill, saat itu Cybill berceloteh pada Demi “Ciuman Bruce seperti onta, bisakah kau mengajarinya beberapa trik?”, ketiganya tertawa mendengar celotehan Cybill, tapi Demi emang mengajari bruce beberapa trik, belakangan Bruce menjadi piawai dalam hal mencium.”Dia hanya kurang sabar, terlalu bernafsu”, ujar Demi tentang ciuman Bruce yang seperti onta. Tiga bulan setelah berkencan, Bruce dan Demi menikah di Las Vegas pada tengah malam (jam 23.30) setelah nonton pertandingan tinju. “Saat itu kami merasa begitu romantic, hingga ingin menelpon seorang pendeta”, kisah Demi. “Cepatlah menelpon pendeta”, pinta Demi saat itu. Bruce pun melakukannya, dan akhirnya kami dinikahkan pendeta Little Richard pada tengah malam . Dua minggu kemudian diadakan perayaan mewah di Hotel Golden Nugget Las Vegas. Ally Sheddy sahabat Demi menjadi Best Women dalam acara tersebut. Setelah menikah tingkah polah Bruce berubah 180 derajat. Bruce menjadi ayah teladan. Demi menyebutkan "Suami saya begitu baik & penuh perhatian, setiap saat dia masih memberi saya bunga, mungkin di luar Bruce adalah pria yang hot, tapi di rumah dia bagaikan seekor kucing yang manis". "Dia juga ayah teladan, setiap malam dia mendongeng untuk anak-anak kami, hingga mereka terlelap di pelukannya".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar